Sekilas tentang Surat Al-Kahf

Bab 110 ayat ini dianggap sebagai salah satu surat paling terkenal dalam Al-Quran. Hal ini disebabkan oleh beberapa hadis yang terkait dengan beberapa keutamaan surah Mekah ini. Nabi berkata, “Siapa pun yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, sinar akan bersinar baginya antara dua hari Jumat.” [HR. Al-Hakim]. Surah ini yang dinamai menurut cerita pertamanya, Seven Sleepers of the Cave, berisi banyak poin ide yang menarik layaknya membelah Mushaf menjadi dua setengah dikarenakan letaknya identik di tengah. Karena itu orang-orang di semua dunia membacakan surah ini tiap tiap minggu. Terutama, para sarjana dan siswa menemukan sejumlah aspek yang menarik di dalamnya.

Surat ini diturunkan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para rabi Yahudi Madinah kepada Quraisy, “Tanyakan kepadanya tentang tiga perihal yang terkecuali dia jawab maka dia adalah seorang Nabi. Jika tidak, maka dia pembohong. Pertama-tama tanyakan kepadanya tentang beberapa pemuda di zaman kuno, tentang seorang laki laki yang bepergian ke timur dan barat belajar baca quran bumi dan tentang Ruh (jiwa). ” Mereka segera menantang Nabi dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Dia mengakui bahwa dia tidak mempunyai jawaban tetapi dia menyatakan bahwa dia akan mempunyai jawaban di pagi hari. Sayangnya dia tidak menyatakan “Insya Allah (jika Tuhan menghendakinya)”. Keraguan pada Muhammad menjadi tumbuh di antara orang-orang Mekah dikarenakan Nabi tetap belum mempunyai jawaban di pagi seterusnya dikarenakan wahyu belum turun. Akhirnya, setelah 15 hari, ia menerima surat ini sebagai jawaban atas pertanyaan.

Selain itu, mengisi surat ini yang paling mengesankan adalah kisah-kisahnya yang luar biasa. Karena Nabi berkata, “Siapa di antara anda yang akan selamat untuk melihat Dajjal wajib membacakan ayat pembuka surat Al-Kahf di atasnya.” [direkam oleh Muslim] dan Dajjal adalah fitnah (persidangan) paling berbahaya, maka tidak ada keanehan disaat kami menemukan cerita tentang cobaan dalam surah ini. Kisah Tujuh Tidur berbicara tentang pengadilan pemimpin diktator dan pengadilan usia muda. Kisah dua orang kebun berbicara tentang pencobaan kesombongan dan kekayaan. Kisah Adam dan Setan berbicara tentang pencobaan Setan. Kisah Musa, Yosua dan Khadhir berbicara tentang pencobaan pengetahuan. Kisah Dhulqarnain berbicara tentang cobaan kekuasaan.

Yang paling akhir tetapi tidak kalah pentingnya, surah ini memberi tambahan solusi dari cobaan-cobaan yang sulit di dalam semua kisah ini dan dalam ayat-ayat lain layaknya memperkuat hubungan dengan Quran dalam kata-kata-Nya: “Dan ucapkan apa yang sudah diungkapkan kepadamu tentang Kitab Tuhanmu.” [Quran 18:27] dan untuk menjadi tulus dan saleh dalam ayat-Nya: “Siapa pun yang berharap untuk pertemuan dengan Tuhannya – biarkan dia jalankan pekerjaan yang benar dan tidak bergaul dalam penyembahan Tuhannya siapa pun.” [Quran 18; 110]. Karena pentingnya ini, insya Allah kami akan mempelajari satu atau dua ayat yang mengagumkan dari surah ini tiap tiap hari Jumat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *